Deru gemuru membakar gedung pencakar langitku
Bertahun-tahun ku bangun dengan daya upayaku
Dengan keringat hangat yang terus bercucuran
Dengan darah yang tak dapat terganti mata uang
Namun, harapan dan cita harus terkoyak percuma
Tingginya gedung hati yang ku bangun hancur sudah
Hanya dengan hitungan menit semua luluh lanta tak tersisa
Hanya kepingan air mata kepedihan yang mengiringinya
Gedung hati yang kubangun untuk hidupku disuatu masa
Gedung yang ku harap hanya ditinggali satu penghuni
Kini musnah karna ku salah memilih
Dan mencoba memasukkan penghuni baru didalamnya
Dialah sang perusak cita
Dialah manusia yang tega menyiksa
Segala isi gedung hati yang tertata ditubuh ini
Manusia bermulut seribu
Mengadu sana dan sini
Demi keuntungan semata
Kini ku coba membangun kembali
Gedung indah harapan masa depan ini
Meski dengan peluh yang tak ada hentinya
Dengan nafas yang mulai terngengah-ngengah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar