Minggu, 25 Oktober 2015

GEDUNG HATI

Deru gemuru membakar gedung pencakar langitku
Bertahun-tahun ku bangun dengan daya upayaku
Dengan keringat hangat yang terus bercucuran
Dengan darah yang tak dapat terganti mata uang
  Namun, harapan dan cita harus terkoyak percuma
  Tingginya gedung hati yang ku bangun hancur sudah
  Hanya dengan hitungan menit semua luluh lanta tak tersisa
  Hanya kepingan air mata kepedihan yang mengiringinya
Gedung hati yang kubangun untuk hidupku disuatu masa
Gedung yang ku harap hanya ditinggali satu penghuni
Kini musnah karna ku salah memilih
Dan mencoba memasukkan penghuni baru didalamnya
  Dialah sang perusak cita
  Dialah manusia yang tega menyiksa
  Segala isi gedung hati yang tertata ditubuh ini
  Manusia bermulut seribu
  Mengadu sana dan sini
  Demi keuntungan semata
Kini ku coba membangun kembali
Gedung indah harapan masa depan ini
Meski dengan peluh yang tak ada hentinya
Dengan nafas yang mulai terngengah-ngengah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar